July 10, 2008 by rantingpatah
Selamat tinggal tokalabo
Selamat tinggal tanah becek
Kutitikan bekas tapak ku
Terima kasih tokalabo untuk airmu
Yang terpakai dan ranting kering
Yang sempat terbakar
Tokalabo engkau menjadi
saksi sejarah
Untuk adik-adik kami
yang sempat memeluk sejukmu
dan meresapi belaian angin.
Posted in Perjalanan | Leave a Comment »
July 10, 2008 by rantingpatah
Aku telah merajut mimpi
Dengan benang emas
Karena kuberharap kelak
Menjadi jubah tidurku
Entah didepan banyak pintal yang menggulung
dan rasa yang tak pernah menyatu dengan hati
Tapi… aku masih berharap ombak akan membawaku pada jubah tidurku
Entah kapan aku tak tahu, tapi aku percaya waktu itu akan tiba
Posted in 1 | Leave a Comment »
March 24, 2008 by rantingpatah
Ranting sebuah kata sederhana…… Hidup dari sebuah benih dan tumbuh menjadi dewasa selaksa musim berganti Ranting pun menua,bagiku semakin tua Ranting dia akan lebih berguna dari sebatang pohon besar,karna tampa ranting pohon akan terasa kaku dan kelihatan kusam ….coba kita bayangkan jika ada sebuah pohon tampa ranting munkin burung-burung tak punya tempat bernyanyi dan para petualang tak bisa menghangatkan tubuhnya saat kabut tak lagi bersahabat dan pohon itu takan pernah seimbang dalm hidupnya…..Begitulah Hidup manusia.yang berawal dari sebuah proses yang panjang, lahir, tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dewasa dan akan tiba pada masa tuanya…..sebuah filosofi sederhana yang mungkin dapat membuat aku mulai memainkan penaku di atas kertas tak berujung, kita mungkin pernah mendengar sebuah pepatah yang berbunyi….. semakin berisi padi itu dia akan semakin merunduk, begitu pula Ranting semakin besar pohon Rantingnya akan semakin merunduk menyembah tempat asalnya…..maka bagiku ranting adalah penuntun jalan, Nyalakan api dengn ranting kecil dan jangan biarkan dia padam…..sebuah kutipan yang pernah aku dengar dari sahabatku dan sering aku pakai dalam perjalanan hidupku.
Posted in Hidup | 1 Comment »
March 24, 2008 by rantingpatah
rinduku pada ranting yang perlahan mengering
dan desir angin yang perlahan menjadi dingin
mengulum rindu pada embun
mimpi yang hadir
t’lah mencuri perhatianku hingga aku terlena..
pada senyum
Yang terkadang membuat aku
tak tentu arah,walau..
ku coba bersembunyi dalam tidur tapi dia..
terus mengejar lewat mimpi yang membuatku
bertanya pada langit biru..??
Posted in Cinta | 1 Comment »